Diduga Pasir Pengangkut Material RSUD Muaradua Berceceran di Jalan, Warga Terancam Kecelakaan

Muaradua, OKU Selatan – RadarOkuRaya,- Jalan baru menuju Polres OKU Selatan, tepatnya di area Simpang Jambu, kini berubah menjadi jalur berbahaya. Material pasir yang diduga berasal dari armada pengangkut kebutuhan pembangunan RSUD Muaradua milik PT. HK, terlihat berceceran di sepanjang badan jalan maupun tebing. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan seluruh pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

Sejumlah pengguna jalan menyampaikan kekhawatirannya kepada awak media. Identitas mereka tidak dipublikasikan atas permintaan sendiri.

“Material pasir yang berceceran di jalan ini sangat berbahaya. Seringkali menyebabkan pengendara roda dua terpeleset dan jatuh. Kami khawatir jika dibiarkan terus, korban kecelakaan akan semakin banyak,” ungkap salah satu warga dengan nada cemas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Zainal Abidin, S.M., membenarkan adanya kondisi tersebut. Dalam keterangannya di ruang kerjanya, ia menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung membersihkan lokasi, namun masalah itu kembali muncul.

“Pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, kami dari Dinas Damkar OKU Selatan yang dipimpin langsung oleh saya telah melakukan penyiraman dan pembersihan material pasir di tanjakan Simpang Jambu. Kami melakukannya karena menyadari jalan ini merupakan jalur poros yang sangat ramai dan khawatir terjadi kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua,” ujar Zainal Abidin.

Ia menambahkan dengan nada kecewa, “Namun sayang, pada Senin, 17 Agustus 2026, material pasir itu kembali berceceran di lokasi yang sama. Sepertinya tumpahan dari armada pengangkut masih terus berulang.”

Merespons persoalan yang memanas ini, awak media segera menghubungi salah satu pimpinan PT. HK PRB melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi sekaligus tanggung jawab atas keluhan warga dan pernyataan Kepala Dinas Damkar.

Pihak perusahaan merespons dengan janji akan menindaklanjuti.

“Baik Pak, kami periksa terlebih dahulu. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak lokasi agar tidak ada material yang tercecer lagi,” jawab pimpinan PT. HK PRB.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat perubahan signifikan di lokasi kejadian. Warga menuntut agar janji tersebut tidak sekadar kata-kata, melainkan segera diwujudkan demi keselamatan bersama. Awak media akan terus memantau perkembangan kasus ini.( ROR/JAM).