Muaradua, OKU Selatan,RadarOkuRaya.Id, – Sepanjang bulan Agustus 2026, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menghadapi tantangan serius berupa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang muncul di berbagai titik wilayah. Kondisi cuaca yang panas dan kering akibat musim kemarau memperparah situasi, sehingga api dengan cepat merambat dan menyulitkan penanganan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten OKU Selatan, Zainal Abidin, S.M., memberikan keterangan resmi terkait sebaran titik kebakaran yang telah teridentifikasi oleh tim pemantauan dan petugas di lapangan.
“Berdasarkan laporan yang masuk dari berbagai wilayah, titik kebakaran tersebar di beberapa kecamatan. Terdapat satu titik di wilayah Kisam Ilir, tiga titik yang saling berdekatan dan menyatu menjadi satu hamparan luas di wilayah Kisau, dua titik di Buay Sandang Aji, dua titik lagi di wilayah Batu Belang Jaya, serta satu titik di Pelangki yang lokasinya cukup dekat dengan Rumah Dinas Sekretaris Daerah Kabupaten OKU Selatan,” jelas Zainal Abidin.
Secara keseluruhan, luasan lahan dan hutan yang telah terbakar di berbagai titik tersebut secara kumulatif diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Angka ini diprediksi masih bisa bertambah jika cuaca tidak segera berubah atau jika tidak ada upaya pengendalian yang serius dari seluruh pihak.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Kepala Dinas DAMKAR OKU Selatan menyampaikan imbauan yang tegas kepada seluruh lapisan masyarakat yang tinggal di wilayah OKU Selatan. Zainal Abidin meminta agar warga benar-benar berhati-hati dan menghentikan kebiasaan membakar lahan yang sering dilakukan untuk berbagai keperluan.
“Saya menyampaikan himbauan yang sangat penting kepada seluruh masyarakat Kabupaten OKU Selatan. Mohon kiranya kita semua dapat berhati-hati, dan jika memungkinkan, saya mohon agar sepenuhnya menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan. Hal ini sangat penting kita lakukan mengingat saat ini kita sedang berada di puncak musim kemarau, di mana kondisi tanah dan tumbuh-tumbuhan sangat kering sehingga api dapat dengan sangat mudah berkobar dan meluas ke mana-mana dalam waktu yang sangat singkat,” tegas Zainal Abidin dengan nada serius.
Lebih lanjut, Zainal Abidin juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja tidak hanya membahayakan lingkungan dan merugikan bersama, tetapi juga dapat melanggar aturan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, ia berharap kesadaran masyarakat dapat tumbuh dari diri masing-masing demi menjaga keselamatan bersama.
Pihak DAMKAR Kabupaten OKU Selatan juga memohon dukungan dan peran aktif dari seluruh masyarakat untuk saling mengawasi lingkungannya. Jika warga melihat adanya asap atau titik api yang mencurigakan, diharapkan segera melaporkannya ke pihak berwenang atau menghubungi pos-pos pemadam kebakaran terdekat. Dengan demikian, api dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar serta membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda warga.
Pihak DAMKAR OKU Selatan juga menegaskan bahwa tim-tim pemadam terus bersiaga dan berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan titik-titik api yang ada, namun keberhasilan penanganan Karhutla sangat bergantung pada dukungan dan kepatuhan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di tengah musim kemarau yang kering saat ini. ( ROR/ JUM)

