Belitang, Radar OKU Raya.id,- Mahal dan naiknya bahan bakar minyak (BBM) membuat sebagian warga beralih ke prodak teknologi listrik (sepeda listrik) untuk melangsungkan kegiatan, mahalnya harga BBM di pengecer berkisar harga per 1 liternya RP 14.000 (Empat Belas Ribu Rupiah) semakin membuat masyarakat khususnya wilayah Belitang / OKU Timur harus pasrah dengan keadaan yang semakin lama semakin menggila dan tak terselesaikan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan berkerja untuk kepentingan umum, itu hanya bualan saja faktanya harga BBM masih tinggi dan mafia-mafia BBM masih rapat dalam barisan.
Mengularnya antrian panjang ini tidak terjadi di SPBU BK 9 saja, hal serupa juga terjadi di beberapa SPBU yang ada di Belitang seperti SPBU BK 14 dan SPBU arah jalin Sat-brimob Batalyon C Pelopor Polda Sumsel,(23/8/26).
Dugaan mafia BBM subsidi di Belitang sangat berpotensi besar, mengingat akses wilayah yang luas hingga ke plosok.
Saat di konfirmasi oleh reporter portal ini pihak SPBU enggan memberikan jawaban kenapa terjadi antrian yang sangat panjang hingga ke bibir jalan umum dan penggecor BBM subsidi menggunakan sepeda motor masih Aktif di SPBU BK 9.
“Saya gak berani kasih penjelasan nanti takut salah, pengawasnya masih di rumah belum kesini,” Ucap salah satu pengawai SPBU kepada reporter saat di lokasi sekira pukul 08.16 Wib.
Lebih lanjut pemandangan tidak biasa ini dengan kedatangan reporter Radar OKU Raya ke SPBU bk 9 membuat oknum-oknum pengecor BBM subsidi gerah dan sempat mengintimidasi dan mengusir wartawan dengan bahasa yang tak enak di dengar.
“Ngapain kamu dari tadi moto-moto disini saya merasa terganggu, jangan begitu kami cuma cari makan, dari pada saya jadi maling,”kata Oknum pengecor BBM Subsidi dengan nada lantang dan mata melotot kepada reporter.
Peristiwa tersebut jelas menggambarkan bahwa dugaan penyimpangan bahan bakar minyak subsidi dari pemerintah tidaklah tepat sasaran dan berharap kepada instansi terkait untuk melakukan pembenahan sistem yang di perutukan untuk masyarakat bukan untu di kuasi secara pribadi.
Salah satu masyarakat di lokasi juga mengutarakan bahwa dirinya mengantri di sini sudah cukup lama tak kunjung di layanin mengingat dia hari ini ada acara keluarga dengan lokasi yang sangat jauh.
“Dari pagi ngantri belum juga diisi BBM motor saya, sedangkan motor-motor itu-itu aja yang bolak balik antri isi bensin di dahulukan mana pas ngisi deling-delingan. Kan aneh saya berharap kepada Tuhan agar siklus mengenai peraturan BBM subsidi benar-benar di perketat memang di distribusikan untuk warga yang tak mampu bukan untuk orang yang pura-pura tak mampu,”Terangnya.
Dia juga berharap kepada APH tingkat polda sumsel agar turun untuk melakukan sindak mendadak dan memberikan pelajaran kepada oknum pengawas SPBU dan oknum pengecor BBM subsidi di daerah Belitang, Tutupnya. ( ROR/ADS)

