Baturaja,RadarOkuRaya.Co.id. Kegiatan penimbangan hasil karet yang berlangsung secara rutin di Dusun 6, Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendapat keluhan dari salah satu anggota kelompok yang mengatasnamakan Kelompok Nenek.
Keluhan tersebut berkaitan dengan adanya potongan pada hasil penimbangan karet yang menurut anggota kelompok dirasakan cukup berat. Besaran maupun dasar penerapan potongan yang dikeluhkan tersebut belum diketahui secara jelas oleh anggota yang menyampaikan keluhan.
Menurut anggota kelompok, kondisi tersebut semakin dirasakan memberatkan, terutama pada saat musim kemarau yang berdampak terhadap hasil produksi karet. Selain itu, kondisi gugur daun pada tanaman karet juga dinilai turut memengaruhi hasil produksi yang diperoleh para petani.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah bongkahan hasil olahan karet yang telah dikemas dan disusun di sekitar lokasi kegiatan. Aktivitas tersebut juga melibatkan sejumlah masyarakat yang berada di sekitar tempat penimbangan.
Anggota kelompok berharap adanya keterbukaan dan penjelasan yang jelas mengenai sistem penimbangan serta dasar setiap potongan yang diberlakukan, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun kesalahpahaman di kalangan petani atau anggota kelompok.
Untuk menjaga akurasi informasi, besaran potongan dan mekanisme penimbangan tersebut masih memerlukan penjelasan dari pihak pengelola kegiatan maupun pihak terkait. Pemerintah desa atau instansi yang berwenang diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi antara anggota kelompok dan pengelola agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka adil dan transparan. (ROR/KODIR)
Anggota Kelompok Keluhkan Potongan Timbangan Karet yang Dinilai Memberatkan Anggota.

